Swissindo mengklaim memiliki akses ke dana rahasia PBB dan Bank Dunia senilai triliunan dolar yang akan digunakan untuk 'membebaskan hutang' seluruh rakyat Indonesia. Pengikut dijanjikan akan menerima uang tunai dalam jumlah besar hanya dengan mendaftarkan data diri. Dalam praktiknya, korban diminta membayar 'biaya administrasi' dan 'pajak proses' untuk mencairkan dana yang tidak pernah ada. Operasi ini berulang kali dibongkar namun terus beroperasi dengan nama baru.