QNet beroperasi di Indonesia melalui jaringan distribusi produk seperti paket wisata, jam tangan, dan suplemen kesehatan. Meskipun memiliki produk fisik, model bisnisnya telah menimbulkan kontroversi besar karena fokus pendapatan member sangat bergantung pada komisi rekrutmen (binary plan) dibandingkan penjualan produk ke konsumen akhir. Di sejumlah negara seperti India, Mesir, dan beberapa negara Asia Selatan, QNet dan afiliasinya telah dikenai dakwaan hukum terkait praktik penipuan. Di Indonesia, Bareskrim Polri telah menangani sejumlah laporan dari korban.