Mengapa downline tidak aktif di MLM

Mengapa downline tidak aktif di MLM

Banyak orang masuk ke bisnis MLM untuk mau fokus, dan berangan- angan untuk bukan hanya menghasilkan penghasilan besar & punya bisnis sendiri, juga seputar passive income atau penghasilan passive yang berpotensi dihasilkan begitu bisnis MLM nya jadi & settle.

Banyak sekali kendala yang dialami pebisnis MLM untuk menuju ke goal ini, salah satunya yang paling utama adalah downline yang tidak aktif.

Banyak upline/ calon leader atau pebisnis MLM itu sendiri yang tidak menyadari hal ini, mengapa timnya atau downlinenya menjadi tidak aktif setelah direkrut.

Minimal ada 5 penyebab yang secara umum & mudah bisa Anda dapati benar terjadi di tim Anda, dan berikut ini adalah kelima hal tersebut yang kita akan bahas detail.

5 penyebab ini tentu akan memerlukan Analisa berbeda, pendekatan & solusi berbeda. Jadi mari kita bahas satu per satu.

#1 Salah motivasi join

Banyak sekali orang yang join di bisnis MLM punya perbedaan antara motivasi joinnya dan kenyataannya. Salah satu yang paling umum adalah dengan menawarkan ‘join & passive’ di saat awal, dan kemudian meminta mereka untuk aktif.

Anda pernah tahu atau mengalami yang seperti ini?

Jadi misalnya Anda diajak bergabung oleh teman Anda, dia bilang “Udah kamu join aja, tar aku yang bantu jalanin semua, aku presentasiin, dll, dan semua bonusnya buat kamu!”

Nah ini terkesan seperti janji palsu di bisnis MLM, dan cenderung presentasi adalah seperti “investasi” alias menjadi investor passive di bisnis. Ini tidak sama dengan bergabung di bisnis MLM.

Jadi bila ekspektasi & motivasi joinnya saja sudah berbeda, jangan berharap mereka akan mau aktif.

#2 Salah sikap, miskomunikasi & salah sangka

Menyikapi menjalankan bisnis di MLM ini merupakan hal yang diasah setiap harinya. Tidak mudah untuk mempuyai sikap yang tepat, terutama bila belum pernah ada pengalaman sebelumnya.

Bayangkan bila downline Anda salah sangka mengira ‘upline’ itu adalah boss nya, sedangkan dia join di bisnis ini untuk tidak mempunyai boss lain selain dirinya sendiri.

Miskomunikasi kecil seperti tidak menggunakan kata ‘tolong, maaf, terima kasih’ bisa berdampak besar di bisnis dengan massa banyak seperti di bisnis MLM.

Sebagai upline, minimal Anda join lebih awal dibanding yang lain, seharusnya minimal punya jam terbang yang lebih tinggi dibandingkan dengan downline Anda, minimal sikap positif bisa dijadikan contoh bagi mereka.

Sikap jauh lebih mudah untuk dilihat di lapangan, ketimbang diceritakan. Membuat mereka melihat bagaimana Anda bersikap di lapangan tentu akan membuat banyak hal dampak positif di downline Anda.

#3 Tidak mampu secara skill

Banyak orang yang join bisnis MLM dengan tanpa adanya skill bisnis sebelumnya.

Salah satu hal penting yang perlu diberikan sistem MLM adalah support untuk mengasah orang/ tim membernya untuk menjadi pebisnis handal.

Salah satu untuk menjadi pebisnis handal adalah dengan mempunyai skill yang diperlukan untuk bisa menjalankan bisnisnya.

Skill bisnis yang dibutuhkan di bisnis MLM misalnya adalah :

  • Bagaimana menambah daftar prospek
  • Bagaimana mengundang
  • Bagaimana mempresentasikan produknya
  • Bagaimana memimpin tim
  • Dll

Tentu ada berbagai level skill yang perlu disesuaikan dengan kondisi para downline. Misalnya untuk downline yang masih awal bergabung, memang mereka perlu dibimbing untuk melakukan beberapa hal yang mereka belum pernah lakukan sebelumnya.

Untuk membuat mereka mampu, diperlukan training & bimbingan.

Bila masih salah sikap, misalnya mereka tidak mau belajar, itu salah mereka. Tugas Anda tinggal tambahkan tim baru ke tim Anda, yang mau belajar.

#4 Tidak ada arah & perlu dipimpin

Ada beberapa orang yang tidak mau belajar, ada orang yang mau belajar dan perlu dipimpin.

Kebanyakan masalah ini terjadi di tim baru, awal join, dimana mereka sebenarnya tidak tahu arah tujuannya, apa saja yang harus dilakukan.

Banyak dari mereka yang bertanya “OK, saya sudah join, sekarang apa yang harus saya lakukan?”

Mereka perlu dipimpin, diarahkan, dan didampingi. Biarkan mereka yang melakukan, sesekali Anda tunjukkan cara melakukannya, hingga Anda memastikan mereka bisa melakukannya sendiri.

Memang hal ini tidak sepenuhnya menyenangkan untuk dilakukan, terlebih saat bertemu dengan orang yang sulit untuk menerima hal baru, sikap negative sok tahu dll.

Bila downline Anda ada di masalah ini, pastikan Anda ajak komunikasi dan pastikan ada komunikasi yang jelas kondisi mereka, dan menurut mereka apa yang terjadi & support apa yang perlu mereka dapatkan menurut mereka.

#5 Anda terlalu memanjakannya

Terakhir, bisa jadi Anda termasuk tim leader yang memanjakan downline Anda.

Misalnya Anda yang melakukan untuk mereka, Anda yang bekerja keras untuk mereka, yang seharusnya bagian yang perlu mereka kerjakan sendiri ternyata mereka tidak mengerjakannya namun Anda yang mengerjakannya untuk mereka.

Itu kenapa Anda akhirnya mendidik mereka untuk menjadi malas, tidak aktif, tidak bergerak, dan sepenuhnya bergantung kepada Anda.

Aneh? Itu terjadi.

Solusinya adalah lakukan bagian masing- masing seperti yang seharusnya.

Banyak sekali reward & cara untuk Anda bisa membangun hubungan baik dengan tim Anda, yang jauh lebih sehat ketimbang Anda mengerjakan bagian yang mereka seharusnya kerjakan sendiri.

YA, jadi itu tadi 5 hal yang membuat downline Anda tidak aktif.

Sebuah paket masalah yang umum terjadi di banyak sekali tim bisnis MLM, yang tentunya Anda tidak ingin juga alami di sini.