Bagaimana sih memulai bisnis MLM supaya dari awal menguntungkan, supaya tidak lebih besar pasak daripada tiang, supaya Anda berbisnis bukannya minus tapi plus, profit, alias menguntungkan?

Pada awalnya sering kali orang berpikir bahwa bisnis tidak bisa profit duluan dari awal, karena harus investasi ulang ke bisnisnya kembali, dst.

OK, itu separuh benar, dan sering kali Anda perlu bijaksana dalam melihat per kasusnya untuk kebenaran investasi ulang tersebut.

Hal yang menarik adalah di bisnis MLM hal tersebut tidak selamanya benar, bahkan bisnis ini didesign dari awal supaya Anda bisa menghasilkan profit untuk terus menghasilkan penjualan, rekrut, dan naik secara peringkat di apapun perusahaan Anda.

Jadi bagaimana caranya supaya bisa profit dari awal?

 

Profit Bisnis MLM Dari Awal

Sering kali Anda akan punya produk yang bisa dijual & diretailkan, kemudian Anda akan punya bonus rekrut di awal. Nah itu dia yang Anda akan gunakan untuk menutup semua pengeluaran Anda.

Kemudian dulukan orang terdekat dan minta tim Anda untuk memberitahukan caranya yang murah, efektif, mengena supaya terjadi omset bahkan di awal- awal bisnis MLM Anda. Ini adalah hal yang lumrah untuk diberikan para tim leader kepada orang yang baru, yaitu sebuah sistem yang mereka sudah uji untuk kemudian diberikan untuk diduplikasikan kepada tim downline mereka untuk perkembangan yang lebih cepat.

 

Salah manage Profit awal Bisnis MLM

Cara yang salah untuk memanage profit bisnis MLM di awal adalah:

  1. habiskan semua profitnya u/ apapun keperluannya (bahkan reinvestasi sekalipun)
  2. investasi ulang ke bisnis MLM Anda di ranah yang tidak menghasilkan/ belum waktunya

Anda perlu bisa & bijak untuk memanage uang/ income awal Anda di bisnis MLM. Mengikuti apa kata upline Anda bukanlah suatu keharusan Anda karena Andalah sebenarnya bos Anda sendiri di sini, jadi bila Anda mengikuti apa kata upline Anda itu karena Anda mau bukannya karena dipaksa.

Misalnya upline Anda minta Anda untuk mereinvestasikan semua profit Anda untuk membeli tiket acara perusahaan yang dijual, untuk Anda jual lagi kepada orang yang Anda undang, apa yang kira- kira Anda akan lakukan?

Bila mengikuti saran di atas ini, jangan keburu dibelikan tiket semua, tapi Anda perlu bujetkan berapa yang Anda akan belikan tiket untuk dijual lagi untuk bisnis Anda berkembang, dan juga berapa yang untuk meng-cover akomodasi Anda.

 

Profit di Awal Bukanlah Yang Sebenarnya

Profit di bisnis MLM itu didesign bukanlah diambil besar di depan, melainkan di belakang. Setelah organisasi Anda mulai berkembang & besar di situlah profit mulai bisa terasa.

Misalnya Anda punya pengeluaran Rp1jt per bulan, bila profit Anda dari bisnis MLM di awal adalah Rp1.5jt, maka Rp500rb itu bukan profit, melainkan kelebihan uang saja untuk berbagai keperluan yang ujung- ujungnya adalah pengembangan bisnis Anda.

Bila pengeluaran Anda Rp1jt per bulan dan profit dari bisnis MLM Anda adalah Rp5jt, itu mulai bisa dikatakan profit. Jadi ada jeda & selisih yang jelas untuk apa yang Anda hasilkan.

Setidaknya itulah yang menurut saya perlu Anda lakukan. Jadi ingatlah bahwa profit Anda bukanlah di awal, namun di belakang.

 

Caranya untuk mencapai profit di belakang yang besar, tentunya adalah dengan mengembangkan organisasi Anda. Mungkin bila Anda belum menganalisa ini secara detail yaitu marketing plan perusahaan Anda, maka setidaknya ini adalah kebenaran umum yang terjadi di bisnis MLM.

 

Berapa Persentase Manage Profitnya?

Untuk profit di awal dari Anda jualan produk, rekrut orang, dst, maka yang pasti adalah Anda dulukan untuk cover/ menutupi cost operasional Anda pastinya.

Sebisa mungkin minimal Anda capai pengeluaran operasional Anda adalah 50% dari profit bisnis MLM Anda. Bila pengeluaran operasional Anda tinggi, maka tugas Anda adalah fokuslah untuk tingkatkan income Anda dari bisnis MLM Anda tersebut.

Anda perlu terus bergerak mengembangkan bisnis, baik secara online maupun offline, telepon, makan, dan lain sebagainya. Itu semua butuh cost dan ini adalah hal yang lumrah dalam berbisnis. Bila Anda tidak mengeluarkan apapun, maka sering kali artinya tidak ada aktifitas/ pergerakan dalam bisnis Anda.

Idealnya adalah 30% dari income Anda untuk menutupi pengeluaran Anda. Lebih rendah operasional dibandingkan dengan income maka lebih bagus. Caranya tentu masih dengan mengingkatkan income Anda.

Lalu re-investasi ke bisnis MLM Anda yang paling cepat menghasilkan ya. Bukan ke yang tahun depan baru menghasilkan, kalau bisa ke yang bisa atau bahkan beberapa jam lagi menghasilkan. Contohnya seperti apa? Beberapa hal yang bisa Anda investasikan supaya secepatnya menghasilkan:

  • training untuk menyelesaikan masalah yang Anda hadapi sekarang
  • event perusahaan untuk rekrut orang baru Anda
  • produk sample untuk dijual/ sampling ke orang lain
  • dst

Jadi Anda mulai mengerti yang dimaksud di sini bukan?

Manage uang Anda untuk bisnis MLM langsung profit sejak awal adalah hal yang krusial untuk menjaga semangat berbisnis Anda, karena tanpa profit maka sering kali Anda tidak akan bergerak maju dalam bisnis ini.

Berbagi dengan dunia, sahabat, & teman2! Mereka akan berterima kasih kepada Anda karena membagikan posting yang bermanfaat.

Posted on Sep 16, 2017

About the Author

Johan adalah seorang distributor MLM dan telah berada di industri ini mulai tahun 2009. Secara profesional mengembangkan bisnisnya secara online dan offline, nasional dan internasional.
Berawal dari keinginan untuk membangun aset & passive income, pelajaran membangun aset melalui bisnis MLM pun dimulai.

Menyadari lebih banyak orang yang gagal daripada yang sukses di bisnis apapun (termasuk bisnis jaringan), maka Johan berinisiatif membuat website ini, yang ditujukan kepada orang- orang yang ingin sukses membangun aset di bisnis jaringan bersama dengan tim Johan untuk mencapai sukses.

Top