TUTUP POINT_

Bisnis MLM selalu identik dengan belanja bulanan alias tupo/ tutup poin, sebagian orang mempermasalahkan hal ini yang menurut mereka menjadi kendala atau pemborosan setiap bulan yang membebani.

Bagaimana seharusnya menanggapi hal ini?

BAGAIMANA LEADER MELIHAT HAL INI

Recurring income dari bisnis MLM adalah yang dicari banyak orang dan termasuk banyak leader, dan membangun bisnis MLM apakah murah ataupun mahal sebenarnya sama capeknya dan semurah apapun bisnis MLM Anda, kenyataannya masih saja orang- orang melihat bahwa MLM adalah mahal bagi yang sudah punya anggapan seperti ini.

Anda tidak bisa mengubahnya dengan cepat, dan ada juga yang memang tidak akan mau untuk merubah pandangan mereka.

=)

Jadi, just be happy saja.

Saya pernah sharing dengan leader besar seputar ini dan dengan bijak beliau berkata, “Pak, kalau dengan tupo atau tanpa tupo, seharusnya kita lebih suka yang dengan tupo, karena memberikan income yang bisa diprediksi, dan bila terduplikasi dengan benar maka bisnis mereka seharusnya juga akan berjalan.”

Saya setuju dengan hal ini, karena ini dari sebuah bisnis adalah keaktifan, jadi bila tidak aktif maka orang- orang pasti akan komplain tentang tupo-nya.

Yang mana sering kali masalah tupo tersebut disebabkan karena ketidakaktifan seorang distributor, yang menyebabkan tidak adanya income dan berbuntut ke bisnisnya tidak berkembang.

Konsep tutup point

Sama dengan banyak bisnis pada umumnya, kita perlu produk yang bagus untuk dipasarkan dan orang- orang akan membutuhkan produk tersebut, dan bila sebuah bisnis ingin running maka Anda perlu punya persediaan.

Bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan tanpa persediaan, walaupun tidak banyak tapi minimal ada.

Opsi berikutnya seputar tutup point, cara termudah untuk membuat bisnis MLM Anda berkembang adalah dengan memakai produknya dan memberikan testimonial Anda supaya orang lain tahu bahwa Anda memberikan testimonial yang sebenarnya kepada mereka.

(Bila tidak memungkinkan Anda memakai produk perusahaan Anda, bisa dipakaikan ke orang terdekat untuk memberikan kesaksiannya.)

Jadi singkatnya, bila tutup point bukan kesukaan Anda, bisa jadi bisnis Anda akan sulit untuk long term karena setelah orang join ke bisnis Anda yang diharapkan adalah repeat order sambil mendapatkan customer/ distributor yang baru.

Semuanya dimulai dari Anda sendiri untuk melakukan tutup point baru tim Anda akan melakukan saat melihat Anda melakukannya.

Anda ditawari bisnis MLM tanpa tutup point?

Bila saya jadi Anda, tentu saya tidak akan join karena saya lebih suka bisnis yang akan tetap berdiri secara jangka panjang, setelah membangun bisnis itu dengan tidak mudah di awalnya.

Cheers.

Berbagi dengan dunia, sahabat, & teman2! Mereka akan berterima kasih kepada Anda karena membagikan posting yang bermanfaat.

Posted on Sep 3, 2015

About the Author

Johan adalah seorang distributor MLM dan telah berada di industri ini mulai tahun 2009. Secara profesional mengembangkan bisnisnya secara online dan offline, nasional dan internasional. Berawal dari keinginan untuk membangun aset & passive income, pelajaran membangun aset melalui bisnis MLM pun dimulai.Menyadari lebih banyak orang yang gagal daripada yang sukses di bisnis apapun (termasuk bisnis jaringan), maka Johan berinisiatif membuat website ini, yang ditujukan kepada orang- orang yang ingin sukses membangun aset di bisnis jaringan bersama dengan tim Johan untuk mencapai sukses.

Top